28/12/12

Sepemikiran; Perpanjang Jurang Kelas Sosial

Gerindra: Batalkan Kebijakan Ganj... http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/28/20002011/Gerindra.Batalkan.Kebijakan.GanjilGenap.komentar

22/04/12

Firman pimpin HMI Cabang Semarang

Kumandang adzan shubuh pagi ini menjadi saksi terbentangnya kehidupan atas keberlanjutan HMI Cabang Semarang. Setelah menunggu sampai pukul 04.30 WIB, telah dipilih Firman Wahono sebagai Formateur HMI Cabang Semarang Periode 1433-1434 H/2012-2013 M. pemilihan ini berjalan cukup singkat. Seperti biasanya, pemilihan dilakukan melalui forum diskusi antara tiga calon formateur, yakni Firman Wahono, Tian Purwoyuwono, dan Miftahul Munir.


"Semoga dalam pencapaian keputusan yang kami ambil, semoga tidak mengecewakan teman-teman semua. dan dengan ini kami memutuskan bahwa yang menjadi imam HMI Cabang Semarang akan dilanjutkan oleh Akhi Firman Wahono." tutur Miftahul Munir yang secara terbata-bata menyampaikan hasil loby calon Formateur.


Semoga amanah yang diterima dapat terlaksana dengan baik. Perjuangan baru kita mulai kawan. YAKUSA...

21/04/12

Elaborasi Perjuangan HMI Semarang

Desa Lerep, Kecamatan Ungaran menjadi saksi keberlanjutan bagi perjalanan sejarah himpunan. Forum Ilmiah guna membahas perjalanan kontinyuitas perjuangan ini dihadiri oleh seluruh Komisariat di lingkungan HMI Cabang Semarang. Mengangkat tema "Elaborasi sebuah nilai-perjuangan," HMI Cabang Semarang akan memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas amanah hasil Konferensi LI.

14/04/12

Salam Jumpa, kawan...
lama tidak menuliskan berita tentang HMI Komisariat FPMIPA IKIP PGRI Semarang. Himpunan ini sampai sekarang masing eksis dalam karateristik perkaderannya. Awal kepengurusan ini, kepemimpinan A. Syukron Nadhif, mengadakan open house. Istilah nama ini merupakan wadah maperca (malam perkenalan Calon Anggota). Memahami ayat-ayat Tuhan di Alam melalui tadabur alam diisi dengan agenda api unggun, yang gagal karena hujan. Bagaimana tidak, dalam filsafat alam kita mengenal konsep hukum alam. Tugas manusia adalah menjadi homeostatis, bukan penikmat alam. Sehingga hukum timbal balik berlaku. Di tempat acara yang dingin (

10/11/11

EGALITERISME DAN KESEMPURNAAN DALAM IEDUL ADHA


Bismillahirrachmanirrachim

Puji syukur atas karunia ahlu rizqi yang telah diberikan kepada suluruh ummat muslim sekalian...

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar...
Laa illa ha illallahu akbar, alllahu akabar, wa lillahihilcham...

Pekikan kumandang takbir dimalam nan cerah, ditengah himpitan problematika sosial yang mencuat dari lubuk kesadaran manusia. Manusia sebagai makhluk yang labil, yang dengan mudah hati dan kesadarannya terbolak-balikkan oleh suasana kehidupan. Hanya ALLAH tempat bersandar dari segala khilaf nafsu dan amarah dunia yang mampu

24/10/11

TELAAH KONSTITUSI HMI ; Menguatkan konsepsi ke-HMIan


“Dan ALLAH telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diRidhoi-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang fasik.”
(An Nuur : 55)

Konstitusi diartikan sebagai peraturan/landasan hukum yang di gunakan dalam perjalanan suatu aktifitas keorganisasian untuk mencapai tujuan yang diharapkan baik secara terulis maupun tidak tertulis. Menurut carl J. Friedirch dalam buku Constitutional Government and Democrazy, menjelaskan konstitusionalisme dalam pemerintahan merupakan ;

28/04/11

PEMILU TAK REPRESENTATIF UNTUK DEMOKRASI


Perbincangan kata demokrasi saat ini masih digandrungi oleh banyak elemen masyarakat (termasuk HMI), apalagi saat mendekati pemilu. Konsepsi demokrasi mulai dikenalkan di Yunani pada 450-350 M  oleh Aristoteles yang kemudian mulai dikembangkan oleh Hegel dan muridnya Kalr Marx. Pemahaman akan sistem demokrasi ini akhirnya menjadi tonggak terwujudnya revolusi di Jerman.

27/02/11

Madzab Islam Nusantara

Kebudayaan Islam yang berkembang dalam masyarakat sekrang ini tidak terlepas dari kondisi dan dinamika sosial pada silam. Kondisi masyarakat hasil rekayasa sosial akan menimbulkan dampak pada generasi berikutnya. Sebut saja makin maraknya isu teroris yang dibangun oleh masyarakat internasional, permasalahan kemanusiaan di Palestina, atau pun krisis ekonomi yang melanda negara-negara berkembang.  
Berkembanganya ajaran islam di berbagai wilayah belahan dunia saat ini juga merupakan imbas dari

24/02/11

Metagenesis


Metagenesis secara sederhana dapat dikatakan sebagai pergiliran daur hidupantara generasi yang berkembangbiak secara seksual dan generasi lainnya yang berkembang biak secara aseksual. Peristiwa metagenesis dilakukan oleh beberapa tumbuhan dan hewan.
1. Metagenseis pada Tumbuhan
Tumbuhan melakukan pergiliran keturunan pada masa gametofit dan generasi sporofit. Generasi gametofit akan menghasilkan sel kelamin atau gamet (generasi haploid), sedangkan pada generasi sporofit akan menghasilkan spora (generasi diploid)
2. Metagenesis pada Hewan
Metagenesis juga terjadi pada beberapa jenis avertebrata, misalnya ubur-ubur.  Proses metagenisis yang terjadi akan mengalami fase polip yang menetap di dasar perairan dan fase medusa yang dapat bernang bebas.

Kosntruk Gerakan Profetik

Mahasiswa memiliki peranan dalam masyarakat. Penggunaan kesempatan haruslah berimbang dengan kondisi sosial masyarakat. Begitu juga dengan segenap kader HmI (Himpunan mahasiswa Islam), juga melaksanakan proses perkaderan sebagai bentuk ikhtiar dalam konstruksi insal ulil albab. Pemikiran dan dialektika terus dikembangkan untuk meningkatkan potensi diri. bertepat dengan 16 sampai 23 Februari 2011, HmI Cabang Semarang telah melaksanakan agenda Intermediate Training LK II yang ke XVII dengan lancar.
Peserta memiliki karateristik tersendiri-sendiri sesuai dengan lokal budaya masing-masing cabang. dinamika diskusi juga berjalan fleksibel dan dinamis. Bermacam interupsi pemikiran yang tak jarang antar peserta dan pemateri berlawanan. kegiatan ini diikuti dari cabang Semarang, Wonosobo, Purwokerto, Sleman, dan Makasar.
meski dengan fasilitas yang masih sederhana, tampak rasa kekeluargaan terasa didalam gedung Kampus Widya Buana Semarang. 24 orang Peserta akan membawa gerakan Profetik dalam menegakkan Panji Tauhid. Mereka semua akan Memberikan konstribusi jelas dalam Pembentukan Masyarakat yang Berbudaya.
Sukses untuk KOmunitas Konstruk Fans Club (KFC). YAKUSA...

27/01/11

Perkembangan Sejarah Intelektual Di Dunia

Kosong adalah berisi……
Isi adalah kosong……
Sebuah petuah yang berasal dari guru (tom sam chong) kepada muridnya selama menempuh perjalanan ke timur mencari kitab suci. Hakekat keberadaan yang berusaha ingin disampaikan oleh budha. Keberadaan dunia ini adalah fana atau tidak kekal, semua akan sirna. Tiada ada yang abadi.
Cerita perjalanan tersebut dapat menjadi salah satu pelajaran bagi kita bahwa dalam kepercayaan pasti akan berusaha untuk menguak suatu keberadaan. Islam sendiri juga mewujudkan semua hal dalam ranah dan perspektif yang berbeda-beda. Manusia yang berada dalam dunia tampak yakni bumi, kemudian malaikat dan syaitan memiliki wujud sendiri dalam dunia yang berbeda pula.
manusia sebagai khalifah yang hidup di dunia diberikan otoritas untuk menerjemahkan buah pikirnya menjadi hakekat dari keberadaannya. hal ini merupakan bentuk kasih ALLAH kepada manusia dibanding dengan mahluk-mahluk lain. Logika atau pola pikir manusia dalam mewujudkan semua itu masih dibatasi dengan pengetahuan yang mampu tertampung dalam pikiran. Perjuangan manusia untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan besar untuk menemukan kebenaran dan sebuah makna bisa dikatakan sebagai ijtihad mahluk untuk mewujudkan ridho ILLAHI.


Arti epistemologi dalam ilmu (pengetahuan).
Ilmu berperan penting dalam perwujudan fungsi akal manusia. Akal digunakan manusia tentunya untuk mewujudkan eksistensi dirinya sebagai mahluk ALLAH. Terlepas dari itu semua ilmu yang dimiliki tiap individu berbeda-beda, semua memiliki ranah sumber yang variatif. filsafat ikut membentuk perwujudan ilmu itu sendiri melalui pemahaman epistimologi dalam metodologi kerjanya.
Kamus ilmiah populer menjelaskan bahwa Epistimologi merupakan bagian dari filsafat yang menyelidiki sumber-sumber serta kebenaran pengetahuan atau bisa dikatakan menyangkut teori pengetahuan. Melalui epistimologi seseorang akan menggunakan pengetahuaannya.Epistemologi sendiri memberikan bekal pengetahuan bagi manusia untuk berfikir. Jika pengetahuan merupakan hipotesis maka epistemologi merupakan pertanyaan mengapa hipotesis bisa seperti itu. Pengetahuan manusia terhadap sesuatu tidak akan bisa menjawab pertanyaan, karena semua itu butuh penghubung pengait.
Proses berpikir epistimologi akan melibatkan metode empirisme yang akan mengerahkan pengalaman-pengalaman dan memanfaatkan alat indera yang dimiliki. John locke, bapak empirisme Britania mengatakan bahwa pada waktu manusia dilahirkan, akalnya merupakan sejenis buku catatan yang kosong dan di dalam buku tersebut dicatat pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta membandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan dan refleksi.
Berlawanan dengan epistimologi, rasionalisme berpandangan bahwa akal memiliki kekuatan independen untuk dapat mengetahui dan mengungkapkan prinsip-prinsip pokok dari alam. Semua pengetahuan harus melalui penggunaan akal, rasionalisme mengharuskan proses pemikiran untuk menelaah pemikirannya sehingga pengalaman dapat diterima.
Immanuel kant, mengutarakan pengetahuan diperoleh dari pengetahuan itu sendiri. Ia memisahkan pengetahuan menjadi analitis a priori, sintesis a priori, analistis a posteriori, dan sintesis a posteriori. Jika pengetahuan tersebut memberikan definisi maka kemampuan pengetahuan akan menguraikan definisi tersebut. Secara sederhana paham ini memberikan pengetahuan secara kasat mata dari suatu hal.
Selain ketiga pemahaman diatas terdapat pemahaman yang diperoleh dari intuitif. Penasgetahuan tentang (knowlaege of) disebut juga pengetahuan yang langsung. Meski demikian pengetahuan ini masih menggunakan pengalaman yang dihayati oleh indera, tapi kant mengungkapkan bahwa pengalaman yang digunakan merupakan bentuk kolaborasi dari baik dari pengalaman idrawi dan penglaman intuitif.
Era modern ini pengetahuan menggunkan metode ilmiah yang mengikuti prosedur-prosedur tertentu yang sudah pasti sebagai usaha untuk memberi jawaban atas pertanyaan yang dihadapi. Sifat yang menonjol dari metode ilmiah ialah digunakannya akal dan hipotesa. Hipotesa memiliki kekuatan yang besar untuk menemukan pengetahuan, karena akal akan bergerak keluar dari pengalaman. Hal ini akan berdampak pada tersusunnya fakta-fakta.


Pencarian dari suatu kebenaran dan makna
Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan diatas akan berguna untuk mendapat kan pengetahuan lebih lanjut. Bisa dikatakan pengetahuan yang lain aka menjadi ekor-ekor melalui pendalaman dan pertanyaan. Epistimologi secara kompleks akan menimbulkan pernyataan-pernyataan, pertanyaa, hipotesis, hingga pemahaman itu sendiri.
Ilmu menerapkan pengetahuan yang ada dalam akal. Melalui pengetahuan tersebut akan diperoleh ilmu atau pengetahuan yang secara implisit terklasifikasikan sedetail mungkin. Misal, manusia hidup karena memperoleh energi untuk proses metabolisme dalam tubuh dari makanan yang dikonsumsi. Makanan tersebut mengandung unsur-unsur yang diperlukan tubuh untuk mengubah nasi menjadi protein dan glukosa. Secara kimiawi unsur tersebut akan dirombak di dalam organ tubuh yang telah memiliki tugas kinerja berbeda-beda sesuai fungsi, organ tersebut memiliki anatomi susunan beribu-ribu sel. Sehingga yang berperan adalah sel tersebut. Dari hal tersebut maka diperoleh hipotesis ilmu bahwa manusia merupakan sistem yang memiliki komponen penjalan fungsi kehidupan.
Hipotesis tersebut bisa dikatakan pengetahuan, tapi belum tentu itu terdapat kebenaran. Perlu langkah-langkah untuk mencapai tersebut. Metodologi epistimologi dalam filsafat akan mencari hakekat kebenaran tersebut melalui pembenaran langkah yang tellah dijelaskan di atas. Kebenaran sendiri juga bersifat statis tergantung filosifi yang mengadakan pembedahan. Kebenaran itu sendiri kadang juga akan memabawa kekecewaan dari hipotesis yang dibentuk.
Pendalaman epistimologi juga akan mencari makna ilmu. Tentunya bukan haya sebatas definisi, tapi lebih pada hakekat keberadaan itu sendiri. Eksistensi penjabaran keberadaan lebih dititik tekankan. Karena dalam dunia ini membutuhkan kejelasan.
Terlepas dari itu semua, melalui pemahaman sejati akan mampu membantu akal untuk menentukan pengetahuan atau ilmu yang secara materi. Kenyataan terdalam akan dapat tercapai dari pemikiran tersebut. Kenyataan yang sperti ini biasa dipandang sebagai substansi dari suatu hal.
Pemahaman ontologi membawa filosofi kepada ranah anti materialisme, kebanyakan dari mereka kurang puas dari pemikiran filosof materialisme.dari ini akan digunakan penyifatan-penyifatan pengetahuan kepada segenap segi kenyataan, maka dieroleh bahwa kenyataan itu sendiri adalah tunggal. Pada dasarnya ontologi didasarkan pada beberapa istilah yang umum digunakan, misal kenyataan, eksistensi, tunggal, jamak, dll.
Perlu dikutip bahwa Parmenides, zaman yunani kuno, mengatakan kenyataan itu tunggal adanya, dan segenap keanekaragaman, perbedaan serta perubahan, bersifat semu belaka. Pada dasarnya segala sesuatu sama hakekatnya. Pendirian ini dianut oleh pendukung paham monoisme, yaitu kaum idealisme dan kaum materialisme. Disinilah filsafat yag mulai dibangun pada peradaban arab. Hakekat kebenaran yang dicari adalah tunggal adanya.
Pemahaman untuk menelaah ilmu dalam pengelolaannya diperlukan. Sehingga fungsi kader ulil albab yang salah satu ciri sebagai pemikir dapat terwujud. Sehingga pemahaman terhadap penerapan epistimologi dari suatu hal untuk mencari hakekat makna dan suatu kebenaran yang pasti diperlukan kader. Semoga melalui penelaahan metode pikir filsafat ini dapat terwujud.

25/01/11

Andai aku jadi Gayus H.P Tambunan, maka aku akan…


Masyarakat Indonesia saat ini masih dibingungkan dengan kasus yang sering disebut mafia pajak dan mafia hukum dengan kunci utama seorang mantan PNS ditjen Pajak, Gayus H.P Tambunan. Seorang manusia biasa yang pernah juga menjadi mahasiswa dan PNS golongan tiga A dengan aset harta mencapai Rp114 milyar, itu saja yang baru dilaporkan ICW. Seorang yang dapat refresing keluar saat dipenjara hanya untuk nonton tennis di Bali. Lebih mengesankan lagi, ia sekarang menjadi tokoh inspirasi dalam menciptakan lagu.
Mungkin jika di akumulasi, harta simpanan gayus beserta seluruh aset yang dimiliki bisa saja setara dengan harta aburizal bakrie (bang ical). Bahkan ada sedikit analisis respect, bahwa harta bang ical sebagian disimpan dalam rekening gayus (tapi belum terbukti). Tak perlu berdecak kagum dengan potensi akang gayus yang lihai dalam memanfaatkan situasi. Mungkin beliau perlu menjadi dosen konsentrasi menejemen kasus korupsi, dengan begitu banyak warga indonesia yang bisa kaya seperti akang gayus. Secara jelas angka kemiskinan akan menurun, sehingga SBY tidak perlu lagi mengeluarkan data penurunan jumlah angka kemiskinan masyarakat indonesia. Angka kemiskinan turun dan angka korupsi naik.
Satu kesalahan akang gayus yang menyebabkan terkuaknya kasus politisasi pajak dan hukum, sehingga sampai sekarang akang gayus menjadi sorotan pegiat korupsi. Kesalahan tersebut adalah akang gayus tidak menggaji SBY. Gayus telah menggaji cirus sinaga, kompol arafat dan 6 anggota polri lainnya dalam membebaskan kasusnya. Hal ini menyebabkan SBY merasa tidak dihormati sebagai pimpinan negara ini, sehingga dalam pidato kenegaraan SBY curhat mengenai masalah gaji yang tidak pernah naik selama tujuh tahun.
Bambang Soesatyo dan kawan-kawan anggota komisi III DPR RI yang mengumpulkan koin peduli gaji SBY adalah salah satu cara untuk membantu prsiden SBY. Nah, kalau saya boleh berangan-angan besar adalah andai aku jadi gayus, maka aku akan menggaji SBY. Hal itu akan dilakukan karena aku adalah gayus yang peduli akan kesejahteraan presiden ku (Indonesia). SBY tinggal sms nomor rekeningnya ke nomor Hp, maka langsung ditransfer secara rutin tiap bulan. Bahkan jika perlu, akan dikasih mobil dinas yang lengkap dengan tisu biar akting menangis saat pidato lebih banyak dapat rasa simpati dari masyarakat. Selain beramal mungkin ini langkah pencitraan diri menuju kemenangan pemilu 2014 nanti.(shoim)

19/01/11

REKONTRUKSI PERJUANGAN DAN PERKADERAN HMI KOMISARIAT FPMIPA


Rotasi perkaderan akan terus berlangsung dalam tubuh HMI Komisariat FPMIPA IKIP PGRI Semarang. Pergantian estafet kepemimpinan akan membawa warna perjuangan berbeda pada setiap eranya. Pada hari Selasa, 6 Shafar 1432 H di Kecamatan Gajah, Demak telah dimulai agenda besar Rapat Anggota (RA) Komisariat FPMIPA IKIP PGRI Semarang.

Kegiatan yang berlangsung di rumah akhi Wiwid Budi H. begitu sangat hangat, meski kondisi mendung disertai gerimis yang sepertinya tidak ingin berhenti. Rasa kekeluargaan yang mampu dimunculkan di tengah kesemrawutan kinerja pengurus ini, memberikan semangat tersendiri bagi para pastur Komisariat FPMIPA untuk terus mendampingi dinamika LPJ kepengurusan 1430/1431 H. Konfrontasi evaluasi kinerja terus mengalir tanpa dihadiri bendahara umum. Absennya bendahara umum akhirnya diselesaikan dengan resufle dan penetapan status LPJ juga ditentukan melalui musyawarah mufakat dengan status diterima.

Agenda dilanjut pleno pembahasan Garis Besar Haluan Komisariat (GBHK). Pembahasan ini hanya sedikit diikuti oleh Demisioner pengurus karena pulang tanpa alas an atau pun pergi meningalkan forum, bahkan tanpa sepatah kata pun dari Budi W. selaku demisioner Ketum Komisariat FPMIPA. Penjelasan dari MPRA yang dikoordinatori Ali Al Hadi mampu menjelaskan kondisi kinerja dan pandangan visi komisariat ke depan. Ricuh riuh peserta memberikan nuansa hangat. Banyak kader baru yang telah berani beretorika di forum. Hal ini memacu peserta RA untuk terus melanjutkan pembahasan hingga pukul 02.30 WIB, sebuah perjuangan demi kemajuan Komisariat.

Sidang yang dipimpin oleh ukhti Uus, akhi Slamet, dan akhi sugi dilanjut dengan pemilihan Formateur dan middle Formateur. Diantara sekian banyak kandidat Bakal Calon, akhirnya diperoleh tiga orang calon formatur (Ukhti Wiwid, Akhi Ali, dan Akhi Rosyid) yang akan membahas formateur terpilih. Hasil musyawarah selama lebih satu jam tersebut memutuskan formateur akhi Muhammad Khoiru Rosyid yang nanti akan meneruskan jalan Ketua HMI Komisariat FPMIPA IKIP PGRI Semarang periode 1431/1432 H dengan didampingi empat middle formateur.

Sekuatnya perjuangan kader-kader FPMIPA tidak terlepas oleh semangat para kader terutama ektrainer LK 1 yang baru saja menjadi anggota belum ada satu tahun. Agenda RA berakhir Kamis, 8 Syafar 1432 H tepatnya pukul 21.00 WIB. Sebuah catatan sejarah bagi komisariat FPMIPA karena dalam pembukaan dan penutupan tidak dihadiri oleh Ketua umum HMI Cabang Semarang. Semangat perjuangan untuk menghilangkan hedonisme pemikiran akan terus dilakukan kepengurusan ke depan meski. Realitas restorasi kinerja perkaderan dan perjuangan himpunan akan berlanjut dalam kepemimpinan Ketua yang baru. YAKUSA kawan-kawan ku.
Laporan : Shoim, M.A (Pastur Komisariat)

04/01/11

Orang Miskin Dilarang Hidup Di Indonesia

“Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
– Al Ankabuut : 62 –

Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki luas wilayah daratan hingga 1.910.931,32  . Kondisi geografis wilayah yang berpulau-pulau dan memiliki daerah perairan menjadikan icon negara maritim yang kaya akan hasil lautnya. Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang memiliki dua musim, sehingga banyak fauna dapat berkembang. Kondisi tanah yang mendukung untuk menjadi lahan pembiakan beraneka flaura. Melihat kondisi demikian layaklah seorang Ario Santos mengugkapkan “Atlantis adalah wilayah sekarang yang disebut Indonesia dengan menampilkan perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung merapi & cara bertani persis seperti Atlantis dulu yang memiliki iptek yang hebat.”

Menilik data BPS bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237.556.363 orang, terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Diantara jumlah penduduk usia kerja tersebut yang tergolong dalam penduduk miskin pada bulan Maret 2010 mencapai 31,02 juta Orang. Sebuah angka yang tidak sedikit.

Membincang tentang kondisi rakyat miskin, tak patut jika mengesampingkan kondisi sosio dan aktifitas yang mempengaruhi dan dipengaruhi. Banyak problema sosial yang dihadapi rakyat. Faktor ekonomi lebih menjadi alasan bagi para urban hidup di kota. Mereka berikhtiar dengan berjualan dan tak sedikit yang hidup dirumah sementara atau pemukiman pinggiran (bantaran sungai atau bawah jembatan). Rapatnya komunitas penduduk mengakibatkan kondisi wilayah kumuh, kotor, dan fasilitas (irigasi SPAL, DKP, hingga layanan administrasi) yang tak layak. Sungguh jauh beda dengan di lingkungan perumahan mewah, apartemen, atau lingkup rumah dinas.

Banyak kabar sering didengar lewat media terjadi peristiwa penggusuran lapak-lapak pedagang kaki lima atau rumah penduduk. Tidak perlu jauh-jauh kita dapat melakukan refleksi di daerah Semarang, misal yang terakhir kasus pembongkaran PKL Basu Dewo. Dalih yang digunakan mengacu pada UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 63 yang menyebutkan setiap orang yang sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan, maka akan dikenai denda minimal Rp 200 juta hingga Rp 15 miliar. Uang yang cukup besar  dibanding hukuman yang diterima koruptor.

Presiden SBY pernah menegaskan saat menyampaikan pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah tentang RAPBN 2009, di hadapan Sidang Paripurna DPR, di Jakarta, 15 Agustus 2008 bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan dari 17,7% pada 2006, menjadi 15,4% dari total penduduk Indonesia pada Maret 2008. Angka kemiskinan tahun 2008 merupakan yang terendah, baik besaran maupun prosentasenya, selama 10 tahun terakhir. Akan tetapi banyak pengamat ekonomi mengatakan data tersebut diambil sebelum kenaikan harga BBM akhir Mei 2008 lalu. Sebuah pencintraan kinerja yang tak perlu.

Menghubungkan globalisasi, pengaruh kaum kapital sangatlah kompleks bagi peningkatan taraf hidup kaum marginal. Banyak pasar modern dibangun dekat pasar tradisonal atau di desa-desa, layaknya pertumbuhan jamur dimusim penghujan. Rakyat kemudian dijadikan buruh/pekerja yang imbasnya mereka mengemis gaji pada cukong-cukong asing. Pembangunan minimarket dan swalayan ini tidak sepenuhnya diterima rakyat, terutama golongan pedagang. Para warga Blora dan Sragen misalnya, melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak pembangunan swalayan karena dianggap mematikan potensi pasar dan SDM masyarakat lokal.

Arah kebijakan pemerintah selama ini dinilai tidak berpihak kepada kepentingan pedagang pasar tradisional. Fakta itu nampak dari menyusutnya jumlah pasar tradisional di Indonesia. Jumlah pedagang pasar tradisional menyusut sebesar 8% per tahun secara nasional. Di sisi lain, pasar modern tumbuh 31,4% per tahun, di Jabotabek tumbuh 15% per tahun. Sejak 2004 sampai 2007, supermarket tumbuh 50% per tahun dan hypermarket tumbuh 70% per tahun,” kata pengamat ekonomi perdesaan H.M. Basofi Sudirman.

Penderitaan rakyat belum selesai pada musabab tersebut. Kondisi ditambah rumit dengan moral wakil rakyat dan pemerintah yang mencoba menjadikan rakyat sebagai sumber pendapatan besar anggaran negara. Fasilitas-fasilitas dan kebutuhan pokok dilengkapi dengan pajak, entah ini proyek kantong atau memang untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Padahal hasil pajak sampai sekarang belum dapat dirasakan secara menyeluruh diseluruh pelosok wilayah. Meningkatnya TDL listrik, BBM yang akan dicabut subsidinya, mencekiknya harga sembako disetiap musim panen, bahkan biaya administrasi kependudukan (KTP dan KK) juga ikut meningkat.

Biaya kesehatan sampai saat ini juga belum pernah mengalami deflasi. Biaya perawatan dan obat jalan yang dirujuk dokter ternyata juga menjadi hambatan rakyat miskin untuk menyembuhkan luka fisiknya. Akhirnya, banyak masyarakat yang memilih pengobatan alternatif atau kepercayaan lokal (khasiat-khasiat benda, temapat atau karomah seseorang) yang secara finansial sangatlah murah dan bahkan bisa gratis tidak dipungut biaya.

Meski pemerintah telah membuat aturan untuk menangani permasalahan sosial, akan tetapi hal itu semua seakan-akan hanya ilusi. Sebuah pemikiran yang tidak pernah secara tulus dilaksanakan oleh pelaksana, sehingga permasalahan yang ingin ditangani malah menjadi akut.

Dalam bidang hukum, banyak masyarakat yang terusik. Peristiwa pencurian buah Kakao yang sudah jatuh dari pohonnya, tega dilaporkan hingga maju ke meja hijau dengan ancaman hukuman penjara dan denda ganti rugi. Sedangkan para pencuri uang rakyat yang memiliki koneksi dengan kaum borjuis, kejaksaan, dan POLRI dapat melakukan rekayasa kasus sehingga bebas, adapun jika dapat hukuman juga tidak setimpal. Belum lagi nanti akan mendapat remisi atau grasi dari presiden. Sebuah pelanggaran besar terhadap Al Qur’an, Al Hadist dan UUD 1945 tentang kedudukan manusia di muka bumi.

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yangg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).

Kemiskinan tidak lepas dari perilaku. Perilaku ini tentunya dipengaruhi oleh taraf pendidikan yang diterima masyarakat. Sampai sekarang pengelolalaan dana BOS belum transparan, gaji para tenaga pengajar yang belum sesuai dengan UU, dan fasilitas pendidikan belum setara mengakibatkan satuan pendidikan mengadakan tagihan beraneka macam. Mutu pendidikan yang secara BSN juga masih terkesan mengembangkan potensi kognitif, sehingga alumnus pendidikan-pendidikan formal belum siap pakai di masyarakat. Jadi terkesan tidak ada bedanya antara out put warga yang sekolah dan tidak sekolah. Lulusan SMP dan SMA sama-sama menjadi buruh pabrik dan sarjana muda menjadi pengangguran, lintah masyarakat.

19/10/10

"cendekiawan ulama" & "ulama cendikiawan"

“Orang mukmin yang kuat (cerdas) lebih bagus dan akan disenangi oleh ALLAH daripada mukmin yang lemah dan bodoh.”  – H.R. Muslim – 


Himpunan merupakan salah satu wadah bagi para mahasiswa dalam menunjukkan eksistensi diri sebagai khalifah di muka bumi. Manusia diciptakan dengan diberikan bekal fuad dan kemampuan inderawi. Pengelolaan kemampuan ini diperlukan untuk menuntaskan tugas yang nanti akan dipertanggungjawabkan secara langsung di yaumul hisab.

Pendidikan dan pembentukan karateristik sebagai jati diri dakwah himpunan akan terwujudkan melalui aplikasi-aplikasi kecil dalam lingkup sosial para kader. Menilik skema perkaderan yang ada dalam himpunan, untuk mewujudkan insan cita HMI (Insan Ulil Albab) maka dikembangkan model pendidikan diantara dua model yang lain, yaitu model kegiatan dan model jaringan. Secara lebih khusus pola pendidikan ini nantinya dapat mempertegas citra dan identitas peranan kader untuk mencapai tujuan besar himpunan.

Pengembangan pendidikan dalam himpunan telah mampu terakomodir dalam bentuk kajian-kajian, diskusi, dan sarasehan yang diselenggarakan oleh unit aktifitas khusus di komisariat. Jargon pemikiran kader himpunan harus terimplementasikan dalam sikap dan gerak. Hal ini berkenaan dengan bentuk himpunan sebagai wadah perkaderan. Perkaderan ini tentunya tidak hanya tertuang dalam kuantitas saja, tapi juga harus terpenuhi secara lengkap dengan kualitas kader yang mampu berjihad sehingga nafas perjuangan dalam mengikarkan panji syahadat terus tertuang dalam pemikiran jernih kader.

Sebagai kader cendikiawan ulama’ dan ulama’ cendikiawan, anggota himpunan harus membawa jati diri intelektual muslimnya yang bercorakkan independen. Hal ini telah dilakukan oleh pendahulu himpunan dalam mengawal kondisi masyarakat. Tentunya bukan hanya retorika semata, sehingga ucapan kader conthonger dapat terbantahkan melalui aksi. Aksi di sini tidak hanya unjuk gigi di depan publik dengan membawa spanduk dan jargon-jargon fisik himpunan. Pada kongres IX tahun 1969, Nurcholis Majid dan Sakib Mahmud merumuskan kedudukan keagamaan dan ideologi sebagai ranah da’wah gerakan.

Kondisi sosial masyarakat telah mampu diterawang oleh Soekarno, bahwa musuh penjajah bangsa pada pasca kemerdekaan 1945 telah berubah wujud menjadi berbagai macam “musuh semu”. Musuh ini kemudian lebih familiar dengan neo kolonialisme. Perekonomian dan politik globalisasi menjadi senjata lanjutan bagi barat untuk menguasai bangsa timur, termasuk NKRI. Kapitalisasi diberbagai lini kehidupan mulai menghegemoni pola kehidupan modernisme. Soekarno selama masa perjuangan reformasi pertama di RI, berusaha untuk menerapkan negara adalah miliki pribadi. Hal ini bahkan dijadikan semboyan politik internasional “bebas aktif, ekonomi mandiri”.

Rezim kepemimpinan telah berubah enam kali dalam sejarah Indonesia. Akan tetapi isu sosial bukannya semakin terurai, malah semakin semerawut. Imbas dampak timbal balik pun akhirnya berlaku. Kondisi lingkungan yang semakin tercemar karena keberadaan industri yang hanya menguntungkan pemodal besar telah merusak lingkungan, lebih akutnya keberadaan pabrik dan beberapa industri telah merubah kondisi lingkungan yang hijau menjadi hitam, tapi tentunya bukan hijau-hitam jargonnya HMI.

Swalayan dan beberapa pasar modern telah menggeser peran pasar rakyat atau pasar tradisional. Tradisi kapitalis mulai menggeser ekonomi kerakyatan. Kehidupan masyarakat menjadi hedonis, pokoknya apa yang ku peroleh itu nikmat. Jalur ekspres biasa dipilih tanpa menghiraukan dampaknya. Tentunya hal ini menghilangkan step by step kultur kearifan budaya lokal. Berapa pemuda yang lebih senang bermain gamelan dibanding guitar? Berapa pemuda yang telah menjadikan “baju setengah jadi” menjadi seragam wajib?

Predominasi pemerintah dalam pengelolaan kekayaan alam membawa dampak negatif terhadap kondisi lingkungan. Kekayaan intelektual juga menjadi target berikutnya. Pendidikan sebagai wadah gerakan intelektual mulai dikotori oleh kuku hitam penguasa. UU BHP yang pernah diterapkan diperguruan tinggi, kemudian ada juga jalur akselerasi khusus yang kemudian menciptakan kastanisasi pendidikan.

Kearifan budaya-budaya lokal Indonesia mulai digerus oleh stigma dan sterotip yang dibangun oleh barat. Baik lewat norma hingga pendidikan. Tentunya terkadang perlu juga adanya reaktualisasi gerakan reaksioner yang dulu pernah menjadi tonggak pemikiran himpunan. Contoh saja pembangunan stigma negatif teroris yang selalu mengarah pada gerakan jama’ah islamiyah (kelompok kaum muslimin). Cara pandang demikian mulai dikenalkan oleh Presiden Amerika setelah peristiwa hancurnya gedung WTC pada 9 September 2001.

Mengambil kata-kata dalam pokok-pokok perkaderan, bahwasanya realitas kehidupan membuat manusia semakin jauh dari fitrahnya. Orientasi materi mencapai pemujaannya secara akal dan indrawi, menyebabkan perubahan norma kemanusiaan dan idiologi sosial yang menjauhkan secara permanen dengan cita kultur lokal dan diinul islam. Beberapa persepsi dan cara pandang positivistik telah menghegemoni kemerdekaan kehidupan manusia, seperti feodalisme dan aristokrasi, diktator dan kolonial, kapitalisme dan materialisme, dan liberalisasi dan neo liberalisasi. Persepsi tersebut akan semakin menjadikan tertindasnya kaum mustdha’afien secara struktural.

Secara lebih tegas, revolusi kemerdekaan nasional belum selesai. Penjajah bangsa maritim ini bertranformasi secara morfologi menjadi penjajahan idiologi kebangsaan. Perlu adanya tindakan perubahan untuk menghapuskan hegemoni pemikiran menyesatkan. Langkah analitis, kritis dan oposisi terhadap kondisi yang diterapkan oleh birokrat negara perlu dilakukan oleh mahasiswa. Melalui pemikiran cendikiawan ulama, perubahan berdasar pada eksistensi terdalam dapat menjadi sebuah realisasi gerakan.

12/07/10

NASIB PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan langkah pertama yang harus diperhatikan oleh negara untuk mengembangkan potensi Sumber Daya di negara ini. pendidikan telah mendapat kedudukan yang mulia di NKRI. Kenyataan ini telah tertuang dalam UUD 1945.
Kondisi pendidikan di negara kepualauan ini mengalami sedang dalam ambang transisi dengan pemikiran materialisme. Pendidikan menjadi wadah utama bagi beberapa pakar pendidikan unruk mengumpulkan pundi-pundi emas. Hal ini mengakibatkan pendidikan kehilangan ruh hakekat pendidikan bagi anak.

A. POLA PIKIR INDIVIDUALISTIS
Peserta didik (siswa dan mahasiswa)menjadi subjek dalam pendidikan. Peserta didik menerima ilmu dari pendidik (guru dan Dosen). kedudukan posisi ini telah memenuhi kriteria untuk pembelajaran.
pada masa saat ini peserta didik seakan-akan tertekan dalam melakukan pembelajaran. mereka harus menyelesaikan tugas atau PR yang diberikan oleh pendidik. Bahkan jika mendekati UJIAN AKHIR, biasanya peserta didik telah berubah layaknya pekerja romusa untuk menyelesaikan muatan materi. lebih fatalnya lagi jika ndak tuntas maka tidak lulus.
akibat dari pola sperti ini siswa menjadi robot berhitung tak bermoral. pendidikan moral dan rohani sudah tidak menjadi prioritas utama di sekolah/kampuz. jika nilai sudah cumlaud maka menjadi indikator siswa itu panadai.
mahasiswa sebagai intelektual muda juga telah diceko'i dengan pengaruh-pengaruh menyesatkan. seperti penanaman jiwa wirausaha, proyek-proyek proposal, mawapres (eh... salah, perlu di edit : jiwa kapitalisasi, proyek penunjang KKN, doktrin individualis). semua ini tidak lepas dari permainan birokrat sekolah dan kampuz. anehnya mereka semua jika tidak menyadari jika telah diperbudak melalui pendidikan di satuan pendidikan.

B. KEBIJAKAN PENDIDIKAN YANG MENYESATKAN
Konsepsi pendidikan yang ada di Indonesia tidak terlepas dari kebijakan yang dikeluakan oleh DEPDIKNAS. sudah banyak peserta didik yang menjadi korban kurikulum, kebijakan standar pendidikan.
Pada bulan Mei 2010 UU BHP telah dicabut oleh mahkamah Konstitusi (MK) karena secara jelas telah melanggar UUD 1945. Menanggapi hal ini Mendiknas RI mengatakan bahwa akan menyiapakan Undang-undang pengganti, karena kebijakan otonomi keuangan Perguruan tinggi perlu diatur. Secara emplisit, para pakar pendidikan di Tanah Air ini tidak ikhlas jika pendidikan tidak menghasilkan uang.
Tilaar mengatakan bahwa jangan sampai perguruan tinggi menjadi badan Layanan Umum (BLU) yang memiliki sifat nirlaba.
Muatan kurikulum materi pendidikan di Indonesia yang ditentukan oleh Standar pendidikan juga sangat kompleks. bandingkan dengan Negara-negara lain. Sudah banyak anak bangsa yang menjuarai lomba intelektual tingkat internasinal. Tapi bagaimana nasib intelektual mereka untuk perkembangan bangsa???
Jangan sampai muncul nasib serupa dengan intelektual Indinesia B.J. Habibie yang tidak diakuai di Negri ini oleh pihak-pihak pemegang kekuasaan yang memiliki kepentingan-kepentingan aneh.

14/05/10

SEJARAH SURAM PENDIDIKAN ANAK INDONESIA

Perjalanan atau situasi pendidikan di tanah air saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah pendidikan rakyat Indonesia pada masa lampau. Dalam perkembangan bangsa, rakyat Indonesia mendapat tekanan jajahan dari bangsa luar terutama Belanda selama lebih dari 300 tahun. Perkembangan pendidikan pada masa tersebut masih didominasi oleh anak-anak Belanda dan orang Eropa ditambah anak bangsawan.

Buku yang terdiri enam bab ini, memberikan gambaran bahwa Rezim penjajahan Belanda di tanah air dimulai sejak masuknya kongsi dagang Belanda yang dikenal dengan VOC (Verenigde Onst Indiche Compagny). Pemerintahan VOC diberi hak-hak istimewa oleh pemerintah Belanda. Termasuk memonopoli perdagangan.

Pada masa penjajahan Belanda, gubernur jenderal yang memimpin juga mendirikan sekolah untuk pendidikan. Akan tetapi pendidikan ini hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan pegawai dan kecerdasan anak-anak Belanda. Baru pada tahun 1848, Raja Belanda mengeluarkan kebijakan anggaran belanja untuk pendidikan dan berikutnya kenaikan anggaran pada tahun 1848. Hal ini memberikan kesempatan agak luas kepada anak bumi putera untuk memperoleh pendidikan meski pada realita yang sanggup mengeluarkan biaya hanya golongan anak Belanda dan Bangsawan.

Najamuddin juga menjelaskan bahwa pendidikan saat itu bersifat defferensiasi yang mengakibatkan diskriminisasi terhadap masyarakat. Jenjang pendidikan mengalami perubahan dari masa ke masa, sehingga pada akhirnya 1907 masa Gubernur Jenderaal Van Hents, mulai mengadakan pengembangan pendidikan. Hal ini tak terlepas dari perjuangan Mr. Peeter brooshosft pimpinan surat kabar De Locomotif di Semarang dan penganut aliran sosial demokrat Van De Venter.

Jenjang pendidikan bagi bangsa Indonesia yakni HIS (Hollands Inlands School) tujuh tahun, dilanjut MULO (Middelbar Oetgebreit Lagere Onderwijs) selama tiga tahun, dan AMS (Algemene Middelbare School) selama tiga tahun, lalu ke perguruan tinggi. Menurut pemerintahan Belanda, tujuan pendidikan ini agar dapat membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan bagi golongan bangsa Belanda adalah ELS (Europeesch Large School) selama lima tahun, HBS (Hogore Burger School) lima tahun, terus dilanjut ke perguruan tinggi. Pendidikan untuk anak Belanda meliputi materi membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, sejarah, IPA, dan ilmu ukur tanah.

Hal ini tampak jelas, ada sistem kastanisasi dalam pendidikan untuk anak negeri dan bangsawan serta anak Belanda. Meski demikian, penulis menegaskan bahwa pendidikan tersebut mengakibatkan munculnya cendikiawan anak bumi putera untuk memimpin gerakan nasional kemerdekaan, seperti Budi Utomo tahun 1908.

Penulis berusaha untuk memberitahukan bahwa sejarah pendidikan di Indonesia, tidak terlepas dari pola pendidikan pesantren dan madrasah dalam lembaga pendidikan Islam. Sejak awal perkembangannya di Indonesia, oslam telah menekankan pendidikan dikalangan pemeluk agamanya. Pada awalnya pendidikan menggunakan sistem pengajian. Setiap peserta didik dalam mengikuti sistem pendidikan pengajian al-Qur’an dan al kitab tidak terikat waktu. Lama pembelajaran bergantung pada kemampuan peserta didik.

Perkembangan pendidikan lembaga Islam dimulai pada tahun 1900. Sistem pendidikan berubah menjadi pesantren dan madrasah. Tahapan pendidikan madrasah ini dimulai jenjang awaliyah, ibtidaiyah, tsanawiyah, muallim (guru Islam), kemudian madrasah Islam tinggi. Mata pelajaran meliputi bahasa (Indonesia, Belanda, dan Arab), agama, berhitung, ilmu bumi, sejarah, ilmu alam, budi pekerti, dan pekerjaan tangan.

Pada abad ke-19 mulai bermunculan organisasi Islam untuk menyongsong pendidikan anak bumi putera dan mewujudkan pergerakan kebangsaan. Organisasi ini antara lain Muhammadiyah (1916) dan Nahdlatul Ulama (1926).

Perkembangan pendidikan dalam lembaga Islam diseluruh wilayah negeri tidak jauh beda. Hanya bagian pengemasan muatan kurikulum yang bervariatif. Hal ini dikarenakan pengasuh pesantren memiliki latar belakang jenjang pendidikan yang berbeda-beda.

Banyak sekali tokoh atau pahlawan nasional Indonesia yang telah memperjuangkan pendidikan bagi para anak bumi putera saat masih berada dalam penindasan Belanda. Beberapa tokoh itu adalah RA. Kartini, yang memperjuangkan pendidikan melalui sekolah wanita di wilayah Jepara didirikan tahun 1903. Ada pula Dewi Sartika, pada tahun 1904 juga mendirikan sekolah isteri di wilayah Bandung. Selain itu tokoh nasional Ki Hajar Dewantoro, setelah masa muda melakukan perjuangan bersama Cipto mangunkusumo dan Douwes Dekker, akhirnya pada 3 juli 1922 berhasil mendirikan perguruan Taman Siswa.

Beberapa tokoh islam juga ikut memelopori pendidikan. Seperti K.H. Ahmad Dahlan yang telah mendirikan perkumpulan Muhammadiyah pada 18 November 1912. Perkumpulan ini mengadakan dakwah serta perluasan pendidikan dan pengajaran. Selain itu, K.H. Hasyim Asy’ari juga menorehkan sejarah pendidikan dengan mendirikan Pesantren Tebu Ireng di wilayah Jombang, Jawa Timur.

Melalui buku ini, penulis berusaha memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan pendidikan pada masa lampau, dengan cara mengkomparasikan pendidikan yang diselenggarakan penjajah Belanda dengan penyelenggaraan dikalangan lembaga pendidikan islam.
Dari segi penulisan buku ini masih memerlukan proses edit yang lebih baik. Selain itu sinkronisasi hubungan antara judul buku dengan ulasan materi tidak mengakumulasikan muatan judul. Karangan Najamuddin ini juga masih memberikan ulasan yang menitik beratkan perjalanan pendidikan islam di tanah air. Akan tetapi buku ini layak untuk dijadikan referensi bagi sejarah dasar perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sebuah karya resensi buku :
Judul Buku : Perjalanan Pendidikan Di Tanah Air (Tahun 1800-1945)
Penulis : Drs. H. Najamuddin
Penerbit : Rineka Cipta, Jakarta
Tahun Terbit : Cetakan I, Oktober 2005
Tebal : xvii + 106 halaman